Tuesday, 28 July 2015

Summer travel tips around Europe!

by: NCS


Libur tlah tiba!
Libur tlah tiba!
Horee….horeee….horeeeeee 

Ahirnya liburan musim panas juga! Hurrraaaay…. (*senang riang)
Memang agak beda jika dibandingkan dengan tradisi liburan semester di Indonesia, kalau liburan di Indonesia biasanya diisi dengan kegiatan kepanitiaan ospek , atau semester pendek, atau mungkin mudik bantu emak di rumah, nah kalau liburan musim panas di Eropa biasanya lebih bermakna dan menyenangkan karena suasananya yang sangat berbeda; liburan lintas negara dengan budget dan teman seadanya (*ups). So, teman-teman sudah ada rencana mau kemana bersama siapa? :D

Berikut saya share beberapa travel tips buat temen-temen PPIA berdasarkan pengalaman pribadi saya yang ngebolang di Eropa kurang lebih 3 tahun sebagai backpacker (dan pastinya sangat disarankan untuk sharing tips dari temen2 PPIA di laman komentar ;D) :

- Country Destination
Bedanya liburan di Indonesia sama di Eropa yang paling ekstrim adalah kalau di Indonesia travelling ke berbagai pulau statusnya masih di Indonesia, klo di Eropa naik bus cuma 15 menit statusnya sudah berada di negara lain (that feeling when you live in the border cities :D). In general, liburan keliling Eropa itu nggak ribet, intinya tentuin dulu mau kemana baru tentuin mau naik apa (searching for cheap offers!)

1. International Destination
Klo tujuan ngebolangnya ke beberapa negara yang agak jauh dari Austria seperti Swedia atau Portugal ya pilihan mudah dan cepat tapi belum tentu murah ya naik pesawat. Well, klo temen-temen budgetnya ok ya nggak jadi masalah untuk bepergian jauh, tapi klo temen-temen budgetnya pas-pasan ya coba dipertimbangin lagi; misal travelnya di musim dingin karena biasanya banyak tiket promo klo lagi musim dingin, tempat nginep juga lebih murah. Beberapa cheap airlines buat di cek dan ricek:

Well berita kurang sedapnya, rata-rata penerbangan murah ini berlokasi di Jerman, kalaupun ada di Austria biasanya kota tujuan terbang sangat terbatas. Buat temen-temen yang tinggal di wilayah Wina dan Graz bisa mencoba terbang melalui negara tetangga seperti Slovakia atau Slovenia, and temen-temen yang tinggal di daerah Salzburg dan Tirol bisa terbang melalui Jerman.

Alternatif lainnya yaitu dengan menggunakan kereta api atau bus. Untuk kereta api, temen-temen bisa menggunakan Interrail Pass, pernah denger kan ya? adalah produk dari Interrail.eu dengan kantor pusat di Belanda, webshop Interrail yang bekerja sama dengan 32 perusahaan kereta api Eropa. Interrail Pass ini bisa jadi option buat temen-temen yang punya waktu lumayan banyak, ingin mengunjungi banyak negara di Eropa dengan menggunakan kereta api. Untuk info lebih lanjut sila akses link berikut; Interrail Pass

Bus juga bisa jadi pilihan lain klo temen-temen punya masalah dengan bepergian menggunakan kereta api. Perusahaan bus berikut ini bisa mnengantar teman-teman ke kota-kota tujuan terkenal di Eropa seperti amsterdam, Paris, Brussel, sampai ke London dengan harga yang ekonomis.

Buat temen-temen yang petualang bisa mencoba ride sharing atau hitchhiking. Option ini irit banget tapi sangat riskan! Selama di Jerman kalau bepergian sendirian saya biasanya menggunakan jasa Mitfahrgelegenheit. Jasa ini ada di beberapa negara seperti Italia, Austria, dan Prancis. So far, aman dan memuaskan. Teman-teman mesti jeli dalam memilih pengendara, itu doank kok kuncinya ;). Hitchhiking, so far, saya belum pernah mencoba tapi suatu saat akan dicoba, syaratnya gampang klo wanita lebih baik bepergiannya 2-3 orang atau 2 orang (laki-laki dan perempuan), browse appnya untuk info highway dan bisa cek website ini buat info lebih lengkap: Hitchwiki.

2. Neighborhood-countries Destination
Kalau liburan summernya males yang ke negara jauh karena mahal atau karena temen-temen nggak plan buat travelling jauh-jauh, alternative nya bisa main-main ke negara tetangga seperti Jerman, Republik Ceko, Kroasia, Italia, Slovenia, slovakia, Polandia, dsb.
Misal temen-temen mau ke Jerman, temen-temen bisa manfaatin Regional Ticket seperti (Bayern Ticket, Baden Wütemburg Ticket) atau Quer-Durchs-Land tiket yang valid digunakan di semua Bundesläder di Jerman. Tapi ini tiket ini tidak dapat digunakan untuk kereta cepat Jerman (Interrail). Kalau ke Prague, temen-temen bisa naik Student Agency, perusahaan bus dari Ceko. Busnya comfort banget, kayak berasa di pesawat (soalnya ada small screen di tiap-tiap tempat duduk buat nonton), harganya juga ekonomis. Kalau ke Kroasia, Italia, dan beberapa negara tetangga lain, temen-temen bisa coba naik Eurolines, dsb.

3. Inland Destination
Buat temen-temen yang planningnya travelling keliling Austria, pastiin temen-temen update info dari ÖBB. Dibandingkan dengan DB Bahn punya jerman, ÖBB memang tergolong mahal karena minimnya penawaran tiket murah. Salah satu cara yang bisa temen-temen coba untuk dapat tiket kereta murah dengan memanfaatkan ÖBB Sparschien. Sparschien sendiri ada yang untuk dalam negeri dan Eropa, kalau pas lagi beruntung, teman-teman bisa dapetin tiket dengan harga yang cukup murah. Atau temen-temen bisa bikin Vorteilskarte. Pemegang Vorteilskarte bisa membeli tiket lebih murah hampir mencapai 50% dari harga normal. Bagi teman-teman yang berusia di bawah 26 tahun, nggak ada salahnya ngurus kartu ini, soalnya kerasa banget ngiritnya. Kartu berlaku selama setahun, dan biaya pengurusan buat Vorteilskarte <26 sekitar €19, kalau sudah up 26 tahun biaya pengurusan akan menjadi lebih besar.

Pakai Westbahn juga bisa murah meriah dan fasilitas kereta apinya nggak kalah dari Railjetnya ÖBB. Yang saya paling suka dari Westbahn, kemudahan pembelian tiket. In case temen-temen nggak sempet beli tiket online, temen-temen bisa beli langsung di kereta. Sayangnya Westbahn hanya melayani rute dari Salzburg-Wina, ada juga westbahn Bus yang menghubungkan ke beberapa kota lain, tetapi untuk keterangan lebih jelas, temen-temen bisa cek di website resminya.


- Akomodasi
Klo liburan selain transportasi, biaya akomodasi juga harus diperhitungkan apalagi kalau liburannya ke kota-kota besar seperti Paris, London, Madrid, Hamburg, dsb. Tapi klo travelling ternyata nggak melulu hotel loh buat jadi tempat penginapan. Yuk cek beberapa alternatif lain sebagai berikut:

1. Numpang di temen atau kerabat
Sebelum mutusin mau booking hotel, alangkah baiknya kalau mengecek terlebih dahulu kemungkinan adanya kerabat, keluarga, atau teman yang tinggal di kota tujuan berlibur. Hal ini memiliki banyak sisi positif, diantaranya memperpanjang tali silahturahmi dan menghemat biaya pengeluaran yang pasti :D.

2. Couchsurfing
Mungkin beberapa dari temen-temen PPIA sudah pernah mendengar ataupun familiar dengan website ini. Couchsurfing adalah travel portal yang mengakomodasi traveler untuk menemukan tempat tinggal gratis (dalam hal ini kamar ataupun sofa) selama masa berkunjungnya di suatu kota. Atau bahasa kerennya couchsurfer-host relationship. Saya pribadi sudah pernah surfing di beberapa host di berbagai negara. Memang kendalanya (berhubung gratisan) biasanya surfer cewek lebih gampang dapat tempat menginap gratis dibandingkan surfer cowok. Selain itu juga masalah sex abuse yang pernah terjadi beberapa kali yang cukup merusak citra Couchsurfing. Tips dari saya kalau ingin menggunakan jasa CS usahakan tidak sendirian, dan yang paling penting pilih host yang sudah memiliki lebih dari cukup references di profile page mereka, dan teliti apakah referensinya dari surfer atau hanya sekedar meet-and-greet. 

Kalau temen-temen lebih memilih hostel karena lebih aman, temen-temen still bisa manfaatin  CS buat ketemu orang-orang lokal by checking events yang akan berlangsung di kota tujuan berlibur teman-teman atau juga temen-temen membuat notifikasi dan keinginan bertemu dengan surfer lain dan juga orang lokal. I did it often, and it was amazing!

3. AirBnB
Yeah! mirip-mirip kayak Couchsurfing, cuma AirBnB lebih bisa dipercaya dan lebih profesional. Win-win solution buat traveller dan Host. Melalui AirBnB traveller bisa memilih untuk menyewa kamar saja, atau sharing room, atau seluruh rumah. Tentunya harga bervariasi sesuai dengan kondisi rumah dan musim yang berlangsung. AirBnB cocok buat temen-temen yang liburannya ber-group, karena cukup banyak pilihan menyewa rumah untuk 4 hingga 6 orang, bisa irit banget.

4. Hostel
Klo temen-temen berliburnya sendiri dengan budget seadanya dan nggak bermasalah sharing akomodasi dengan orang asing, hostel bisa jadi pilihan sebagai tempat menginap. Karena berbeda dengan hotel, hostel biasanya kita menyewa tempat tidur bukan kamar. Dalam satu kamar bisa terdapat 4 sampai 10 tempat tidur (semacam asrama), ada yang dibagai sesuai jenis kelamin dan ada yang campur. Saya pernah mencobanya sewaktu berlibur ke Kroasia, dan saya tidak menyesal karena nilai positif dari sharing room with strangers, saya dapet kenalan baru dari berbagai negara. Berikut portal hostel yang lumayan mumpuni:

5. Camping Sites
Liburannya bareng temen-temen nyewa mobil trus keliling beberapa negara dan pengen nginep di hotel bintang sejuta? cobain deh camping! apalagi klo tujuan berlibur temen-temen daerah selatan eropa, yang udaranya konstan anget selama musim panas. Temen-temen cukup bawa tenda dari rumah trus bisa kemana-mana and nginepnya di camping sites. Berikut website buat ngecek camping sites di Eropa: Eurocamping, Pitch up.

- Tips aman membawa uang selama berlibur:
1    1. Jangan sering keluarin dompet
2  2. Sisipkan uang kecil dikantong celana depan atau baju untuk keperluan membeli tiket atau makanan/minuman.
3    3. Jangan simpan dompet di kantong luar tas.
-
Dan jangan lupa sebelum travelling selalu membuat Check-list barang2 bawaan agar tidak lupa dengan barang-barang penting seperti: paspor, tiket, dompet, kartu kredit, obat-obatan, dsb.

Selamat berlibur ;D

Phd Story: Fainan Failamani (Kimia UniWien)

by Rafika Nurulhuda

Pria kelahiran Januari 1988 ini akan mendapatkan gelar Phd-nya pada bulan September 2015 (jika sesuai rencana). Yeah, you can tell how old-- or young, he will be (jadi, enggak sesuai rencana juga enggak apa-apa, hehe, just kidding bro). 

Program studinya, yang katanya resmi Kimia tapi kerjaannya sedikit nyerempet Fisika, ia mulai sejak 2012 dan saat ini selain lab eksperimen, Fainan sedang sibuk mengerjakan paper-nya (yang katanya minimal 5 paper).

Berikut adalah hasil perbincangan tim PPIA dengan Fainan mengenai bidangnya, apa yang dieksperimenkan, dan sudah berapa paper yang ia publish. 




So, tell us about your Phd Program? 

"Jadi lab disini tuh fokus di basic science banget, khususnya crystallography dan phase equilibria. Si bos itu emang senior dan expert di bidang itu. Dan dia juga banyak penelitian tentang sifat-sifat fisik material seperti resistivity, magnetism, dan lain-lain.

Nah, sifat-sifat fisik itu biasanya diukurnya suhu rendah yang maksimal 300 K atau 27 C. Kerjaan yang nyambung sifat-sifat fisik itu kerja sama dengan orang-orang TU. Dan mulai tahun 2005an kalau enggak salah mulai fokus explore thermoelectric properties di atas suhu kamar buat diaplikasikan di otomotif.

Jadi sederhananya, thermoelectric itu konversi dari thermal gradient ke listrik atau sebaliknya. Yang pertama itu untuk power generator, kalau yang sebaliknya untuk pendingin. Jadi thermoelectric (atau TE) generator itu sudah dipakai dari lama buat space satellite.

Alat untuk mengukur konduktivitas termal suhu rendah (dari 4.2-300 K)
Kalau otomotif, idenya memanfaatkan panas dari mesin (gas hasil pembakaran) menjadi extra power via TE generator. Suhu gas hasil pembakaran kira-kira 500an C, suhu normal atmosfer kira-kira 30an C, jadi ada beda kira-kira 400an C, itu yang dikonversi jadi extra power.

Masalahnya, the best TE material waktu itu (Bi2Te3 based) itu enggak stabil di suhu tinggi (meleleh suhu 550an C) jadi enggak bisa dipakai buat konversi langsung, harus ada semacam heat exchanger, seperti perantara gitu. Udah gitu harga raw materialnya yang juga agak mahal, dan Te itu toxic.

Nah, jadi fokus kita itu di material yang memiliki TE performance yang bagus plus stabil di suhu seperti itu. Ada beberapa material class yang kita kerjakan disini. Project awal saya itu tentang skutterudite, tugasnya ya modifikasi senyawa itu agar dapat TE performance setinggi mungkin. Selain itu, saya juga ada beberapa project sampingan, seperti cari material baru untuk TE dan investigasi kontak material untuk TE generator."

Hot Press

Ceritakan sedikit donk tentang penelitiannya? Apa saja tantangannya?

"Coba baca Device Efficiency, rumus ZT dari Wikipedia... "

"ZT itu ukuran performance TE material dan device. Untuk aplikasi minimal ZT = 1. Kalau bisa, ZT setinggi mungkin. Nah ZT itu tergantung dari 4 parameter: Electrical conductivity (resistivity), Seebeck coefficient, Thermal conductivity, dan Temperature.

Electrical conductivity = 1/electrical resistivity. Menurut rumus yang di Wikipedia itu untuk mendapatkan high ZT, kita harus punya material yang:
1. High electrical conductivity/ low electrical resistivity
2. High seebeck coefficient
3. Low thermal conductivity

Nah, masalahnya itu hampir enggak mungkin ada material yang punya 3 kriteria itu sekaligus.

http://www.iue.tuwien.ac.at/phd/mwagner/node49.html

Kalau dilihat dari graph, simple-nya kita punya 3 jenis material: insulator, semiconductor, dan metals. Tiga material itu beda di charge carrier concentration, insulator paling rendah, metal paling tinggi. Charge carrier itu bisa electron atau hole. Semakin banyak electron atau hole, semakin besar electrical conductivity. Sebaliknya, Seebeck coeff itu semakin besar kalau electron atau holenya sedikit.

Thermal conductivity ada dua bagian. Thermal conductivity dari electron/ hole dan dari lattice vibration. Yang dari electron/hole juga tergantung dari jumlah electron/hole. Jadi kalau kita punya metal (banyak electron/hole), itu enggak cocok karena Seebecknya kecil, thermal conductivity tinggi, tapi electrical conductivity juga tinggi. Sebaliknya insulator electrical conductivity rendah tapi Seebecknya tinggi.  Jadi overal ZTnya rendah.

(Yang pusing, mau Pause, minum kopi dulu, istirahat sejenak, silahkan...)

So what should be done?

"Materialnya harus diganti. Tiga properties itu harus ada di satu material. Makanya kita pakai semiconductor. Untuk skutterudite kita pakai doping plus nano structure. Itu hanya satu dari beberapa proyek saya."

Project lainnya apa?

"Nah project yang lain itu cari material baru. Dan namanya juga material baru, jadi kita enggak tahu strukturnya, enggak tahu propertiesnya, tergantung sedapatnya. Jadi basic di lab saya kan phase equilibria plus crystallography. Biasanya dari phase equilibria kita menemukan senyawa-senyawa baru.

Nah itu kita coba cek strukturnya, terus kita coba cek juga propertiesnya. Kalau bisa dipakai untuk TE, ya bagus, tapi kalau enggak, ya tetap saja new material."

DTA (Differential Thermal Analysis) untuk cek stability/ phase transformation

Pernah dapat new material?

"Jadi dari beberapa material baru yang saya kerjakan, enggak ada yang cocok buat TE, hehe. Rata-rata karakternya metallic banget. Tetap lah new material dan itu tetap dapat di-publish."

Apakah ada riset orang lainRe yang menemukan new material?

"Ada sih beberapa. Tapi ya gitu.. Kalau enggak raw materialnya mahal, pakai toxic elements. Ini salah satu contohnya, dimana ZT>1 tapi pakai thallium, lead, dan tellurium, dan itu sangat toxic: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/aenm.201400348/abstract;jsessionid=812AE3E145B21E0D736C2303D72A3669.f04t0

Kalau skutterudite ZT>1 sudah lama, tapi masalahnya macam-macam, hehe. Skuterudite itu class material, senyawanya macam-macam. Tapi yang untuk TE itu antimony based, bukan arsenic based. Dan itu materialnya sudah diproduksi massal. Kita kerja sama dengan industri disini untuk buat skutterudite. Itu ceritanya panjang kalau skutterudite, haha.

Wow, sounds complicated, pusing enggak sih?

"Ya, gitu deh."


Bagaimana dengan publikasinya?

"Sudah dapat 2 Alhamdulillah. Publikasi pertama saya direject, karena papernya terlalu panjang dan topiknya terlalu general. Jadi si refereenya minta papernya di-split jadi 2. Yang satu part, dia mau terima. Yang lain, disuruh publish di jurnal lain. Tapi editornya baik, papernya ditransfer di jurnal yang lain, jadi enggak usah nulis lagi.

Pertama, saya submit ke PCCP (https://pubs.rsc.org/en/journals/journalissues/cp) dan akhirnya dipublish di RSC Advances. Si refereenya kasih 2 pilihan: dibagi 2 atau direject total, tapi editornya kasih satu pilihan lagi, yaitu ditransfer ke RSC Advances (masih punya RSC juga) : http://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2015/ra/c5ra02789f#!divAbstract (ini paper saya buat tahun 2014 Januari tentang masalah material baru, yang baru di-submit tahun depannya).



Foto-foto Xray Diffractometer


Dan bagian di paper saya itu ada yang ngeduluin juga, dan si bos waktu saya kasih tahu ngomel-ngomel, haha. Jadi itu juga tantangannya, harus cepat-cepat dipublish. Kalau enggak, ada yang ngeduluin. Jadi paper sudah publish 2, 1 sudah disubmit, 1 lagi nunggu revisi akhir, minimal 5.

Kapan lulus?

"Rencana September. Syarat lulus sudah ambil min 12 ECTS, dan buat laporan tahunan. Minimal 5 paper itu bukan syarat umum loh. Itu tergantung sih bos. Kalau bisa 20 paper ya 20."

Terus, setelah lulus, rencana ke depannya apa?

"Belum tau, hehe. Gimana sikon. Kalau ada lowongan sih pingin postdoc."

Wawancara ini diakhiri dengan saya mencari-cari fotonya di Facebook untuk saya post di tulisan ini (dengan ijin dia tentunya) dan saya menemukan foto ini di profile picture-nya. Mungkin ini pada saat dia pusing di lab, hehehe.



Wisuda Magister ITB

Semoga cepat lulus dan sukses bro!






Monday, 27 July 2015

Idul Fitri 1436 H

Suasana menjelang sholat ied

Beruntung deh WNI yang hidup di Austria. Walaupun jauh dari Indonesia, tetapi tetap bisa merasakan suasana lebaran yang sama persis seperti di Indonesia. Dimulai dari sholat Ied di KBRI Wina, kemudian halal bi halal di Wisma Dubes dan DCM**, dan juga yang paling berkesan adalah jamuan makanannya yang membuat suasana lebaran semakin terasa.

Makan-makan setelah sholat Ied

Sholat Ied sendiri dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Juli, diikuti dengan makan bersama. Kemudian hari Sabtu tanggal 18 Juli adalah hal bi halal di Wisma Dubes, dan hari Minggu tanggal 19 Juli halal bi halal di Wisma DCM**. Tak hanya WNI muslim yang dapat merasakan hari nan fitri ini, tetapi juga warga lain yang non-muslim. Juga bukan hanya WNI di Wina saja yang hadir dalam rangkaian acara Idul Fitri ini, tetapi juga WNI yang datang dari seluruh penjuru Austria. Graz, Leoben, Salzburg, daerah sekitar Wina dan daerah lain yang belum sempat ditanyakan sama orangnya.
Senyum Pepsodent dari wanita-wanita PPIA

Pak Dubes bareng temen-temen PPIA yang sumringah

Nampak pula wajah-wajah teman-teman PPI Austria yang lama sudah tidak bertemu, akhirnya bertemu lagi. Yang sudah kenalan dari milis dan Facebook PPIA, akhirnya dapat bertemu secara langsung. 

Terima kasih KBRI Wina, Pak Dubes, dan Pak DCM** yang telah menyelenggarakan acara ini. PPI Austria mengucapkan Selamat Idul Fitri 1436 H, mohon maaf lahir dan bathin.



*Info bagi yang belum tau singkatan dari DCM:
** DCM adalah singkatan dari Deputy Chief of Mission, lebih gampangnya: Wakil Dubes ;)

A Day in Graz

by Rafika Nurulhuda



Hallo PPI-ers! Hope you're having fun in your vacation this summer.

A day in Graz to see the main sightseeings? Cukup kok. Enggak perlu nginap dan save budget (hehe).

Graz (read: Gratz and also formerly spelled as Gratz) adalah kota kedua terbesar di Austria setelah Vienna, dengan area 127.56 km2 dan populasi 309,323 pada tahun 2015  (Wikipedia).

Kebetulan sekali saya masih memiliki kartu ÖBB Vorteil Card (Jugend) dan sebelum expire Desember tahun ini dan sebelum saya beranjak 26 Desember tahun ini (yang mau kasih kado boleh banget loh), saya beli Sommerkarte (EUR 69) untuk jalan-jalan keliling Austria. Dengan Sommerkarte ini, saya dapat menggunakan ÖBB (Trains, IC (Intercity) buses, regional buses...) selama summer season (berlaku dari awal Juli hingga pertengahan September). Lumayan banget kan, saya jadi bisa lebih menghemat traveling (tapi kalau sering dipakai ya, hehe).



Soo, bagi kalian yang punya ÖBB Vorteil Card, next summer be sure to get this ticket if you plan to travel around Austria! :) 

Karena saya belum pernah ke Graz dan Graz hanya 2 jam dari Klagenfurt dengan ICB (Intercity Bus), saya sempatkan waktu untuk berkunjung ke Graz dengan Sommerkarte ini.

Dalam waktu sehari saja, saya dapat mengunjungi beberapa tempat utama di Graz.

1. Schloss Eggenberg (Eggenberg Palace):



Saat tiba di Hauptbahnhof Graz, saya naik Strassenbahn 1 ke arah Eggenberg/UKH. Ketika saya ingin beli tiket 24 jam dengan harga sekitar EUR 5, kebetulan ada orang yang berbaik hati menaruh tiketnya yang masih berlaku di atas ticket machine, jadi saya ambil, hehe. (Btw, this is quite common in Graz.)

Dengan Strassebahn 1, saya turun di halte Schloss Eggenberg, dan entrance-nya tidak jauh dari halte. Tiket untuk student hanya sekitar 2 EUR.




Palace dengan style baroque and gothic ini memiliki 31 kamar di setiap lantai dan 365 jendela. Pada tahun 1625, Prince Hans Ulrich von Eggenberg meminta seorang architect bernama Giovanni Pietro de Pomis untuk membuat palace tersebut sebagai representasi status dan posisi dia sebagai governor untuk Inner Austria pada saat itu. Bangunan tersebut selesai dibangun sekitar tahun 1635. 




Saat menikmati pemandangan dan mengambil beberapa foto, saya dan teman saya mendengar suara teriakkan yang sedikit aneh, seperti suara hewan di film kartun "Up". Ternyata, suara itu datang dari seekor peacock. Peacock tersebut sedang memamerkan bulu-bulunya yang begitu memukau perhatian para pendatang. Kemudian dia berputar-putar seperti sedang fashion show.


Ternyata terdapat lebih dari satu peacock di taman Eggenberg itu. Ada seorang ibu yang ingin mengambil foto peacock sambil berteriak menyerupai suara hewan itu, agar peacock itu memamerkan perhiasannya yang indah. Tapi sepertinya peacock yang satu ini kurang semangat. Mungkin kata peacock itu, "Ibu, saya kan hanya ingin menarik perhatian pujaan hatiku... bukan ibu..."



2. Kunsthaus Graz (Arts Museum):



Kunsthaus design is by far the most extraordinary building I saw in Graz. You can easily spot it from above. The walls of the building are actually screens that can be used for light shows in the night time.

Kunsthaus ini adalah salah satu proyek kota Graz untuk menjadi Culture City of Europe pada tahun 2003. Dikenal dengan sebutan "the friendly alien", bangunan ini didesain oleh arsitek dari Inggris, Colin Fournier dan Peter Cook.

Kunsthaus. I call it 'the sleeping Godzilla'
Tidak jauh dari Kuntshaus, terdapat juga architectural landmark Graz , yaitu....


3. Island in the Mur/ Murinsel:

















Mau istirahat dan minum kopi di tengah sungai? You can do it here! They call it Island (or other people call it 'boat') in the River Mur. I sipped a coffee in this beautiful seashell-like construction designed by an American Artist Vito Acconci. Ide proyek Murinsel ini dibuat bersamaan dengan Kuntshaus untuk memperingati Graz sebagai the Culture City of Europe pada tahun 2003.



Selain cafe, di dalam Murinsel terdapat tempat bermain anak-anak dan panggung. Sayangnya, kami tidak sampai malam, tapi seperti inilah Murinsel pada malam hari, cantik ya!

http://www.graztourismus.at/website/var/tmp/image-thumbnails/0/819/thumb__boximage/murinsel-nacht-4.jpeg

4. Hauptplatz and Townhall:

Tidak jauh dari Murinsel, kami berjalan menuju pusat kota yang juga tempat Townhall Graz. Beginilah suasana pusat kota Graz...






Townhall Graz

Next destination is.... 

5. Schlossberg (Castle Mountain):

Menurut Wikipedia, Schlossberg "is a tree-clad hill, and the site of a fortress, in the centre of the city of Graz, Austria. The hill is now a public park and enjoys extensive views of the city. It is the site of several entertainment venues, cafes and restaurants... "

Di bawah hill Schlossberg terdapat terowonngan yang dibuat untuk perlindungan pada saat perang dunia kedua. Schlossberg ini dihancurkan oleh Napoleon pada Treaty of Schönbrunn pada tahun 1809, yang tersisa hanya Uhrturm (Clock Tower) dan glockenturm (Bell Tower).



So there are four options to go there.


 You can go up those zig-zag stairs (which is the most tiring and time consuming)

You can use the Schlossberg lift (the price list is here: http://www.holding-graz.at/freizeit/schlossberg/schlossbergtarife.html

You can use the Schlossberg Cable Funicular Railway (which is free if you have the 24 hour ticket)


... or you could use Doraemon's Baling-Baling Bambu (which is only in your fantasy).


Saya punya tiket 24 jam tapi saya malah milih naik tangga.... Saya harus istirahat tiap beberapa menit. Namun ketika teman saya bilang bahwa grandparents dia naik tangga ketimbang naik funicular, saya langsung malu dan memaksakan diri untuk lanjut jalan, haha.








Ayoo, Kunsthaus dimana ya?
6. Clock Tower:

Dalam bahasa Jermannya "Uhrturm" (built around 13th century), Clock Tower ini landmark dari kota Graz. Fortress Schlosssberg dihancurkan oleh Napoleon atas kemangangannya dari Habsburgs pada tahun 1809. Clock Tower inilah salah satu yang diselamatkan oleh masyarakat Graz dan dibangun ulang pada abad 16.

Coba perhatikan, katanya ada yang aneh dari jam tersebut. Ada yang bisa tahu?




Tips: pada waktu itu, saya ambil foto clock tower itu pada pukul 13.40...

Soo, those are the main sites that you can visit in Graz in just a day. Of course, there are some other sites such as Opera House and the University of Graz. And if you have any suggestions of sites in Graz, please say so. Hope you enjoy reading it, if you have any questions, don't ask me :P

Tips: Don't forget to check the bus schedule to make sure you don't miss the last bus!

For more information about other sites in Graz, please go to this link here, as they give better information than I do!: http://www.graztourismus.at/en/see-and-do/sightseeing/sights

Ciao! Have a great summer!