Saturday, 2 January 2016

Video Pendek: Kenal Lebih Dekat Ketua PPI Austria 2015

Kepengurusan PPI Austria 2015 telah berakhir dan kami ingin mempersembahkan video pendek (sebagai teaser untuk video pendek lainnya, hehe) tentang ketua kami ini yang bernama Miss Syifa Nurhanifah. Apa yang membuatnya tertarik untuk kuliah di luar negeri? Bagaimana ia menghadapi tantangan untuk menggapai impiannya? Dan apa motto hidupnya?

Cari tahu yuk :)

Terima kasih ibu Ketua atas kerja kerasnya membangun PPI Austria selama setahun ini. Sukses terus untuk PPI Austria!



Berita Kelulusan: Fainan Failamani

Selamat kepada Fainan Failamani yang telah lulus dari Program Phd Kimia University of Vienna yang telah ia tekuni dari tahun 2012. Dissertation defence-nya diadakan pada 14 Oktober 2015 dengan tema "Nanoscale Thermoelectric Materials". Informasi tentang programnya dapat dibaca melalu link berikut ini: http://ppiaustria.blogspot.co.at/2015/07/phd-story-fainan-failamani-kimia-uniwien.html

Berikut adalah video pendek tentang keinginannya kuliah di luar negeri, motivasinya dan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada murid-murid di Indonesia. 

Farewell Fainan Failamani, semoga sukses di Indonesia dan ilmunya dapat bermanfaat untuk bangsa Indonesia.


Aquarius, Gunung Besi dan Leoben

by Andy Yahya Al Hakim

Tiga orang berjalan di pinggir sungai untuk menangkap ikan. Di tengah perjalanan, mereka menemukan ikan yang sedang terperangkap dalam jebakan ikan. Mereka melepaskannya, dan tiba-tiba ikan itu berubah menjadi Aquarius, Dewa(i) Hujan. Aquarius berjanji akan mengabulkan tiga permintaan untuk ketiga orang itu. Mereka harus memilih, emas untuk  10 tahun, perak untuk 100 tahun dan besi untuk selamanya. Aquarius pun mengarahkan telunjuknya ke sebuah gunung, dan seketika jadilah gunung itu menjadi gunung emas, gunung perak dan gunung besi.




Aquarius dan kereta tambang. Lukisan Aquarius banyak dijumpai di antara kota Vordernberg dan kota Eisenerz 

Orang pertama memilih gunung emas, dan dalam waktu singkat dia menjadi orang kaya dan bergelimang harta dan anggur, akhirnya dia meninggal tidak lama setelah itu. Orang kedua mengalami nasib yang sama, bergelimang harta sehingga akhirnya dia harus kembali bekerja. Berbeda dengan orang ketiga, dimana dia yang memilih gunung besi memang harus berupaya berat di awal masa kerjanya, namun akhirnya dia dan keturunannya mendapatkan hasil yang banyak hingga saat ini. Dan, gunung besi itu bernama Erzberg (erz=bijih, dari bahasa Inggris "ore" , dan berg=gunung). Gunung itu terletak di kota Eisenerz (eisen=besi, erz=bijih), yang terletak 30 km di Utara di kota Leoben, tempat saya tinggal.


Legenda Aquarius (abaikan jumlah orang yang banyak di lukisan tersebut :D). Foto diambil di Prabichl, salah satu tempat terbaik untuk ski di Austria  

Erzberg merupakan tambang besi open pit terbesar di Eropa Tengah, dan sudah ditambang sejak jaman Romawi. Tambang ini juga merupakan asal mula berdirinya pabrik peleburan besi "voestalpine" (serupa dengan Krakatau Steel namun milik Austria), yang menjadi cikal bakal Montanuniversität Leoben yang dibangun pada tahun 1830. Pabrik pengolahannya berada di Donawitz, yang berjarak hanya 10 menit dari kampus Montan. Karena Erzberg inilah, kota Leoben menjadi cikal bakal kampus pertambangan dengan reputasi yang sangat baik.
Montan, merupakan kampus yang memiliki tradisi yang sangat kuat di bidang geologi, pertambangan dan perminyakan. Glück Auf adalah salam yang diucapkan hampir di semua negara berbahasa Jerman, ketika dua orang penambang bertemu, dengan harapan mereka akan mendapatkan hasil tambang yang banyak di hari itu. Glück Auf juga tertulis di bangunan utama kampus, dimana hingga saat ini, budaya Leder Sprung dan Philistrierung masih dijalankan.


Logo di gedung utama Montanuniversität Leoben ( oehontour.tumblr.com)
Leder Sprung adalah seremoni penambang jaman dahulu, dimana mereka harus melompati sebuah bendera kulit, sebagai tanda solidaritas sesama pekerja tambang ketika mereka direkrut dalam sebuah komunitas tambang. Mereka mengenakan Berg Kittel, sebuah setelan baju berwarna hitam, pakaian pekerja tambang abad 18 dulu. Di Leoben sendiri, mahasiswa masih menggunakannya untuk mengikuti beberapa ujian, terutama jika ujiannya lisan maupun ujian akhir kelulusan. Setelah kelulusan, mahasiswa Leoben melakukan seremoni menyanyikan lagu-lagu pekerja tambang jaman dulu, sambil mahasiswa yang lulus, diangkat oleh dua orang teman dekatnya, kemudian orang ketiga men-"jedug-jedug" kan punggung mahasiswa yang lulus tersebut ke sebuah papan besi di bawah tulisan Glück Auf. Setelah itu, mahasiswa diarak ke tengah kota dengan iring-iringan pemusik dan diarak di atas kuda sampai hauptplatz, kemudian si wisudawan harus berorasi sambil memeluk patung Bergmann, kemudian melompat dari patung itu ke kolam.

Budaya ini juga saya alami ketika saya lulus sarjana dari Bandung, istilahnya adalah penon-him-an.


Leder sprung juga dilakukan pada saat penganugerahan gelar Profesor di Leoben (www.kleinezeitung.at)


Philistrierung di gerbang depan gedung utama Montan (http://diepresse.com/)


Bergparade atau parade tambang, memperingati ulang tahun Montanuniversität Leoben pada Oktober 2015lalu (www.leoben.at)


Yang betul patung Bergmann nya dipeluk, bukan dinaiki. Lokasi: Hauptplatz Leoben www.corpserz.at


Hauptplatz Leoben menyambut perayaan Natal dan tahun baru (http://www.simskultur.net/)

Kampus ini diinisasi oleh Kaisar Erzherzog-Johann, seorang Kaisar yang menjabat di Provinsi Styria. Kaisar ini sangat mencintai ilmu pengetahuan, sehingga disaat dia menjabat, dia membuat kampus Montan di Leoben dan TU Graz. Patung dari Kaisar ini bisa dilihat di Hauptplatz kota Graz, dimana patungnya diapit oleh empat patung lain. Empat patung tersebut menggambarkan empat sungai besar yang melintasi provinsi Styria, yaitu sungai Mur, sungai Drau, sungai Enns, dan sungai Sann.







Atas: patung Erzherzog-Johann dikelilingi 4 patung lain
Bawah: Berturut-turut (Drau, Mur, Enns, Sann) http://austria-forum.org/
Dan, untuk menutup sejarah Leoben ini, saya ucapkan 
Glück Auf


Andy Yahya Al Hakim
Penulis adalah mahasiswa Doktorat bidang Geologi di Montanuniversität Leoben sejak 2015 yang lalu. Penulis mempunyai hobi beraktivitas di alam dengan bersepeda dan aktif menulis di blog edukasi andyyahya.com dan anakbertanya.com





Apa itu Adventskalender?

by Sri Yuliyanti

Di Austria dan negara- negara mayoritas Kristen, mempunyai tradisi menarik dalam menyambut hari Natal, yaitu dengan adanya Adventskalender. Adventskalender ini bukan kalender biasa, karena memiliki cerita, makna dan tujuan di dalamnya. Waktunya dimulai dari hari pertama bulan Desember sampai malam Natal. Sementara itu, dapat menjadi hiasan yang indah di dalam rumah menyambut hari Natal.

Apa itu Adventskalender?




Adventskalender adalah kalender yang berbeda, tidak seperti kalender pada umumnya, karena memiliki fungsi tertentu. Fungsi utamanya adalah untuk menghitung hari yang di mulai pada awal bulan Desember menuju hari Natal. Peran lainnya yaitu  menciptakan suasana meriah di dalam rumah untuk penyambuatan hari Natal.  

Biasanya Advent dimulai pada tanggal 1 Desember, tetapi ada alternatif lain, yaitu paling cepat dimulai pada tanggal 27 November dan paling lambat tanggal 3 Desember. Di negara berbahasa Jerman hampir semua anak- anak mendapatkan hadiah Adventskalender dari orang tersayang. Bukan hanya anak- anak saja loh yang punya Advents, orang dewasa pun gak mau ketinggalan. Setiap hari pemilik Adventskalender akan mendapat hadiah dan sebelum itu mereka harus mencari nomer urut kalender  yang di pasang dengan tidak beraturan . hihi….!!!




Awalnya Adventskalender diciptakan oleh kelompok Lutheran Jerman, karena malam Natal adalah hari yang sangat penting dalam kalender agama Kristen. Keberadaan Advents dimulai sejak abad ke-19. Pada awalnya Advents tidak lebih dari alat penggitung mundur menuju hari Natal, yang di gantung pada pintu. Kemudian mulailah  beberapa orang menyalakan lilin setiap hari sampai hari Natal. Setiap abadnya, Adventskalender mengalami banyak perubahan, hingga saat ini berkembang ide- ide baru, sampai dengan terciptanya Adventskalender modern.


Tahun depan, bagi yang tertarik dengan Advenstkalender, untuk mendapatkannya mudah sekali, salah satunya banyak dijual di Supermarket atau bisa juga dengan membuatnya  sendiri. Jika membuat sendiri, kelebihannya yaitu akan terlihat lebih menarik , karena dibuat sesuai selera baik tampilan maupun hadiah di dalamnya. Seruuuuuuu…!!